
Mengapa ya kebanyakan wanita Indonesia menginginkan warna kulit (baca: muka/wajah) yang putih, mulus, tanpa bercak sedikitpun alias kinclong? Lihat saja, salon-salon kecantikan yang ada di setiap kota -tidak hanya kota-kota besar, bahkan juga di kota kecil – yang menawarkan layanan untuk memutihkan dan menghaluskan kulit. Dengan bermacam-macam metode pula. Dari yang sederhana dengan bahan ramuan racikan sendiri (yang katanya tanpa bahan kimia, emang kita bisa tahu kalau di dalamnya benar-benar tanpa bahan kimia?) hingga yang menggunakan emas sebagai bahan dasarnya.
Hmm… mungkin karena kebetulan kulit wajah saya termasuk yang tidak tahan di-facial, makanya sejak remaja sampai sekarang, saya baru 1x aja facial. Hi… mungkin bisa-bisa diketawain wanita se-Indonesia ya.. Dan juga karena saya sudah cukup ‘puas’ dengan warna kulit asli saya, jadi ya tidak pernah tertarik untuk beli segala macam produk kecantikan dengan iming-iming seperti itu..
Apakah Anda termasuk wanita (atau pria?) yang menggunakan salah satu dari 27 merek kosmetik yang dinyatakan mengandung zat berbahaya oleh BPOM? Berhati-hatilah, karena ternyata merkuri (HG), Hidroquinon (>2%), retinoc Acid/Tretinoin, zat warna Rhodamin B/merah K.10, dan Deithylene Glyco (DEG) yang ada dalam kosmetik tersebut sangat berbahaya bagi manusia. Dalam jangka pendek memang efeknya belum terasa, namun dalam jangka panjang ternyata sungguh mengerikan akibatnya.
Beberapa efek penggunaan bahan-bahan tersebut pada kosmetik antara lain :
- Mercury (HG) atau air raksa merupakan senyawa logam berat yang berbahaya dan bersifat racun sekalipun dalam konsentrasi yang kecil. Efek mercury yang biasanya digunakan dalam kosmetik krim pemutih dapat mengakibatkan efek negatif seperti timbulnya bintik-bintik hitam pada kulit,alergi, iritasi bahkan bisa menyebabkan kerusakan permanen pada susunan syaraf, ginjal maupun otak serta mengganggu perkembangan janin terutama bila digunakan dalam dosis tinggi.Bahkan dalam jangka pendek dosis pemakaian mercury yang terlalu tinggi dapat menyebabkan muntah-muntah,diare dan kerusakan ginjal bahkan menyebabkan kanker pada manusia karena mercury merupakan zat karsinogenetik.
- Hidroquinon yang biasa terdapat pada bahan kosmetik dapat menyebabkan iritasi kulit, kulit jadi merah dan terbakar serta dapat menyebabkan kelainan pada ginjal bahkan kanker darah dan kanker sel hati.
- Sebagai golongan obat keras,hidroquinon hanya dapat digunakan dengan resep dokter untuk pemakaian diatas 2%.
- Tretinion/retinoic Acid/Asam retinoat termasuk golongan obat keras hingga penggunannya harus dengan resep dokter. Bahaya penggunaan bahan ini dapat menyebabkan kulit kering, rasa terbakar, teratogenetik (cacat pada janin)
- Rhodamin B merupakan zat warna sintetis yang biasa dipakai sebagai warna kertas,tekstil atau tinta. Zat ini juga merupakan zat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker),dan dalam konsentrasi tinggi dapat menyebabkan kerusakan hati.
- Diethylene Glycol (DEG) merupakan racun bagi manusia dan binatang karena dapat menyebabkan depresi sistem syaraf pusat, keracunan pada hati dan gagal ginjal. Kasus pada beberapa negara menyebabkan kematian.
Beberapa hari yang lalu saya sempat menonton talkshow di sebuah stasiun TV swasta yang membahas masalah ini juga. Dokter yang menjadi narasumber mengatakan, biasanya jika kosmetik yang kita gunakan menyebabkan gatal-gatal, kulit memerah, atau iritasi, berarti hampir dapat dipastikan ada kandungan mercury di dalam kosmetik tersebut. Beliau juga mengatakan bahwa tidak ada kosmetik yang dapat merubah warna kulit seseorang menjadi lebih putih hanya dalam hitungan minggu (wah, jadi ingat iklan produk pemutih wajah nih) kecuali ada bahan kimia yang dicampurkan di dalamnya. Dan satu lagi, produsen kosmetik (yang nakal) juga semakin pintar, mereka memasukkan bahan tertentu yang dapat menghilangkan efek gatal-gatal atau iritasi yang akan timbul saat pemakaian kosmetik mereka. Hah??!! Jadi gimana dong….
Semuanya kembali kepada kita masing-masing…
sumber: www.klinik-sehat.com; www.mediakonsumen.com