Mengolah Sayur Dengan Benar

18 10 2008

Kemarin, teman sekantor saya Ratna, memperlihatkan kepada saya isi email yang baru didapatnya, tentang seekor cacing sepanjang 22 cm yang berhasil dikeluarkan dari dalam perut seseorang. Penyebabnya ditengarai berasal dari sayuran yang dikonsumsi. Selengkapnya klik disini.

Menurut saya sih sebenarnya hal itu tergantung proses pengolahan sayuran, mulai dari memilih sayuran yang baik, cara mencuci, cara menyimpan, sampai cara memasaknya.

Sayuran yang baik adalah yang masih segar, dapat dilihat dari warnanya yang cerah, cantik bentuknya dan keras/getas/tidak lembek, pilih yang bebas dari ulat/serangga.

Cuci sayuran di bawah air yang mengalir. Mencuci sayuran dapat mengurangi efek pestisida sekitar 10%-20%. Racun ini tidak dapat dihilangkan 100% karena buah-buahan mempunyai lapisan minyak di permukaannya yang mengikat racun. Bagi petisida yang langsung terserap sistem kehidupan tanaman, pencucian ini tidak mengurangi sisa racun.

Setelah dicuci, sayuran disimpan di dalam kulkas setelah dibungkus dengan kertas terlebih dahulu. Jika tidak ada kulkas, boleh disimpan di tempat yang dingin dan redup di dapur. Hindari penggunaan tas plastik supaya tidak menjadi layu dan hilang vitaminnya. Waktu penyimpanan juga tidak boleh lebih dari 3 hari, karena hal ini justru dapat membahayakan kesehatan.

Olah sayuran dengan cara yang benar. Sayur-sayuran kaya dengan vitamin dan garam mineral. Vitamin C atau asid askorbik mudah rusak atau larut pada saat dimasak, melalui proses pengoksidaan, dan cara pemotongan atau pengupasan. Jangan merendam sayuran yang telah dipotong, karena vitamin C mudah larut di dalam air. Hindari memotong sayuran terlalu kecil karena ukuran kecil juga menyebabkan mudah terjadi proses pengoksidaan vitamin terutama vitamin C. Jangan memasak sayuran terlampau masak.

Jadi, sepanjang pengolahan sayuran dilakukan dengan benar, saya rasa tidak perlu khawatir dengan hal-hal yang diceritakan dalam email teman saya di atas. Untuk yang sering makan di luar rumah, berhati-hatilah, pilih tempat makan yang terjamin kebersihannya. Atau untuk lebih amannya, tidak ada salahnya untuk menanam sayuran di pekarangan sendiri. Hehe.. siapa tau bisa jadi petani sukses seperti Melly Manuhutu.

Sumber: http://www.pjnhk.go.id


Actions

Information

Leave a comment