Heboh! Susu Terkontaminasi Melamin di China
19 09 2008Sudah beberapa hari ini beberapa media melansir berita yang cukup mengejutkan. Beberapa merek susu bayi dan balita di Cina dicurigai terkontaminasi melamin. Kasus kontaminasi susu itu telah menyebabkan sekitar 6.200 bayi dan balita menderita gangguan ginjal, bahkan sampai merenggut nyawa tiga bayi. Hingga kini, pemerintah setempat telah menarik 69 merek susu lain yang positif mengandung melamin setelah Sanlu.
Tercatat tiga perusahaan, yakni Yashili, Suncare, dan Mengniu Dairy tak luput dari permintaan untuk menarik produknya dari pasaran. Selain susu formula, Cina juga mewaspadai produk turunan susu seperti es krim.
Perusahaan Sanlu Grup sebenarnya telah mengakui beberapa produk susu bubuknya terkontaminasi bahan kimia tripolycyanamide atau melamin yang dapat menyebabkan batu ginjal. Penarikan 700 ton susu bubuk Sanlu produksi sebelum 6 Agustus 2008 dari pasaran dilakukan perusahaan setelah penyelidikan internal menunjukan susu formula mereka terkontaminasi.
Pemerintah Cina mengungkapkan kontaminasi melamin pada produk susu kemungkinan terjadi pada tahap pengumpulan susu yang dikelola pihak swasta. Pihak Sanlu sempat menduga pencampuran melamin dilakukan para peternak sebagai sabotase.
Kecurigaan sirna menyusul penangkapan dua pengumpul susu di Hebei. Keduanya diduga mencampurkan melamin karena susu dari peternakan mereka selalu ditolak Sanlu lantaran tak memenuhi standar. Penambahan melamin dimaksudkan agar susu terlihat mengandung lebih banyak protein dari sebenarnya.
Mudah-mudahan hal ini tidak terjadi pada susu bayi dan balita di Indonesia ya…
*****
Melamin? Bukannya itu sering kita jumpai dalam bentuk peralatan makan? Apakah aman menggunakan peralatan makan berbahan melamin ini? Apalagi biasanya diperuntukkan bagi anak-anak dengan berbagai macam corak dan gambar yang lucu dan menarik.
Ternyata, uji produk melamin yang dilakukan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) bekerja sama dengan jurusan Kimia FMIPA, Universitas Indonesia terhadap 10 jenis merek (empat lokal, enam impor) menunjukkan, tak semuanya memenuhi food grade. Artinya, ada di antara produk-produk tadi yang mengandung zat berbahaya atau beracun dan bisa berpindah ke makanan akibat proses pengolahan makanan. Misalnya, dipakai untuk menyimpan sayur panas.
Meski tahan di rentang suhu 120 derajat celcius sampai 30 derajat C di bawah nol, tapi karena menyerap panas, melamin tak tahan dipapar panas terlalu tinggi. Apalagi terpapar dalam jangka waktu lama. Oleh sebab itu melamin tak bisa digunakan dalam microwave.
Dari uji produk melamin, melamin lokal dan impor dari Cina mempunyai senyawa berbeda. Melamin lokal terbuat dari melamin asli, sementara yang impor terbuat dari bahan bukan melamin, salah satunya urea formaldehid. Kedua senyawa ini dibentuk oleh reaksi polimerisasi yang menghasilkan fenol.
Untuk menguji kadar formaldehid pada beberapa produk berbahan melamin, YLKI melakukan dengan beberapa cara.
Pertama, uji rebus. Produk melamin direbus dalam 2 l air selama 30 menit dalam panci tertutup berlubang kecil untuk menghindari tekanan. Ini untuk memperbandingkan dengan kebiasaan konsumen menggunakan wadah itu bagi air mendidih, misalnya menyeduh teh, kopi, atau sebagai wadah bakso kuah dan sup panas yang biasa disantap selama 15 – 30 menit. Juga untuk menguji penggunaan berulang dengan air mendidih.
Kedua, uji kadar formaldehid dengan Pharmacopoeia Standard (Baku Mutu Farmakop). Hasilnya, seperti yang terungkap dalam Warta Konsumen, September 2004, enam merek melamin impor Cina ternyata berkadar formaldehid tinggi, 4,76 – 9,22 mg/l. Sementara merek lokal (Onyx, Golden Dragon, Vanda, Hoover) berkadar kurang dan 0,05 mg/l.
Safe yang tidak aman
* Dari pengujian pula, YLKI mewanti-wanti untuk hati-hati dengan melamin impor dari Cina yang mencantumkan label aman.
Misalnya, pada mug bertutup merek W Melamin CH 13 tercantum label heat safe. Saat diuji di laboratorium, hasilnya ternyata bertolak belakang. Hal semacam ini bisa menyesatkan konsumen yang mempunyai bayi dan biasa menyucihamakan wadah makanan bayi dengan cara direbus. Maunya aman, tapi justru berbahaya. Kandungan formaldehid dari mug yang direbus 30 menit ini sangat tinggi (8,82 mg/l).
Agar tak waswas, kita bisa melakukan uji sederhana untuk memastikan apakah perangkat makan melamin kita asli atau tak memenuhi food grade.
Pertama, uji bakar sederhana. Bakarlah ujung melamin dengan lilin selama 20 detik. Jika tercium gas formaldehid yang menyengat, berarti tidak memenuhi food grade. Pada melamin asli hanya tampak gosong tanpa bau formaldehid.
Kedua, uji rebus selama 30 menit sampai satu jam. Melamin palsu (dalam hal ini impor dari Cina) akan berubah bentuk, meliuk, bahkan rapuh dan mencair. Uap rebusannya pun menyebabkan mata perih, batuk, dan mual.
Walau sekilas sama, secara fisik kita bisa membedakan melamin asli dan palsu. Melamin asli lebih tebal dan berat dibandingkan dengan melamin palsu yang lebih terkesan sebagai plastik. Bila sesama melamin asli dibenturkan, bunyi yang terdengar akan lebih “tebal” dibandingkan dengan pembenturan antarmelamin palsu. Permukaan melamin asli lebih licin dan berkilau, sedangkan yang palsu mudah ternoda oleh pangan berwarna (misalnya, teh atau kopi) hingga warnanya lebih gelap. Walau lama-kelamaan akan kusam juga, melamin asli lebih stabil ketimbang yang palsu.
Dengan perlakuan dan perawatan benar, perlengkapan makan melamin bisa layak digunakan 6 – 10 tahun. “Ini laporan dari salah satu konsumen,” tutur Dedi Cahyadi, asisten manajer Research and Development Onyx Design yang mulai berproduksi sejak 1988.
Agar perlengkapan melamin awet, cucilah segera setelah dipakai. Tak masalah apakah menggunakan pembersih sabun cair atau sabun colek. Yang penting, jangan digosok kasar. Gunakan spons halus dan hindari penggunaan sabut kelapa, abu gosok, apalagi bahan penggosok dari logam yang mulai ditawarkan di pasaran.
Kapan sebaiknya peralatan makanan dari melamin ini diafkir ?
Perhatikan permukaannya. Bila mulai banyak ternoda, berubah warna karena pengaruh atau minuman makanan macam teh, kopi, makanan asam yang lebih mudah terserap, juga bila mulai kusam dan tergores-gores, sebaiknya pensiunkan saja.
*****
Pencetus kanker
* Zat berbahaya itu formaldehid namanya. Dalam kadar tinggi bahan ini akan berdampak buruk bagi kesehatan.
Berdasarkan acuan kesehatan di Inggris, paparan maksimumnya 2 ppm atau 2 mg/l. Sedangkan Amerika Serikat (AS) menetapkan paparan maksimum untuk jangka panjang 1 ppm dan jangka pendek 2 ppm.
Penelitian laboratorium selama dua tahun oleh Chemical Industry Institute of Toxicology yang dimulal tahun 1979 menunjukkan, kontak dengan formaldehid menyebabkan kanker hidung pada tikus. Penelitian ini didukung oleh 36 perusahaan kimia di AS. Tahun 1987 Environmental Protection Agency (EPA) AS menggolongkan formaldehid sebagai zat yang mungkin memicu kanker.
Beberapa penelitian juga membuktikan, pekerja yang terpapar formaldehid berisiko terserang kanker lebih besar beberapa kali, apalagi jika berlangsung terus-menerus. AS kemudian secara tegas menyatakan, formaldehid sebagai pencetus kanker bagi manusia. Uap formaldehid memicu radang pada mata (perih), hidung, saluran pernapasan atas, batuk, bronkitis, pneumonia, dan asma.
Kulit yang terpapar formaldehid akan perih dan kemerahan seperti terbakar. Bila air yang terkontaminasi formaldehid terhirup atau tertelan akan menyebabkan sakit mendalam, luka bernanah, dan pembusukan pada selaput lendir tubuh (misalnya pada pipi bagian dalam dan bibir). Gejala keracunan dapat ditandai dengan muntah-muntah, pusing, dan hilang kesadaran. Kematian bisa terjadi bila formaldehid terminum sampai kadar 30 mg/l.
*****
Jadi para ayah dan ibu, harus cermat dan hati-hati memberikan sesuatu untuk buah hati kita. Teliti kandungan yang tercantum di kemasan makanan/minuman/susu anak-anak kita. Jangan biarkan mereka jajan sembarangan. Karena sekarang banyak sekali produk-produk yang tidak jelas asal-usulnya, apalagi yang dijual di warung dan berharga murah.
Begitu pula soal peralatan makan yang terbuat dari melamin ini. Pilihlah produk yang asli, jangan tergiur dengan harga murah yang ditawarkan. Murah tapi berbahaya dan bikin anak kita sakit? Hmmm…saya sih lebih memilih anak sehat tuh…
sumber: liputan6.com; kompas
Comments : 1 Comment »
Tags: melamin, susu
Categories : Health
