Hak-hak Anak

26 07 2008

Sudahkan hak-hak mereka kita berikan?





Batik Kembali Menggelitik

25 07 2008

Apakah Anda termasuk orang yang ‘tergila-gila’ berbusana batik? Hehe.. saat ini batik rupanya sedang ‘naik daun. Ya iyalah, masa ya iya dong… :D Coba saja lihat, tidak tua, tidak muda, tidak anak-anak dimana-mana terlihat memakai busana batik. Dulu busana batik identik dengan kondangan, dengan acara-acara resmi. Bahkan sebagian anak muda menganggap busana batik kuno dan hanya cocok dipakai oleh orang tua. Tapi sekarang, di tempat-tempat umum dan acara santai bahkan ke kantor pun sudah lumrah orang mengenakan batik.

Mungkin ini karena sekarang kain batik sudah ‘disulap’ menjadi sesuatu yang lebih modern, lebih beragam modelnya. Kalau dulu busana batik identik dengan kebaya dan kemeja pria saja kini bisa muncul dalam bentuk baby doll, gaun terusan, bahkan model balon.

Batik (atau kata Batik) berasal dari bahasa Jawa “amba” yang berarti menulis dan “titik”. Kata batik merujuk pada kain dengan corak yang dihasilkan oleh bahan “malam” (wax) yang diaplikasikan ke atas kain, sehingga menahan masuknya bahan pewarna (dye), atau dalam Bahasa Inggrisnya “wax-resist dyeing”. Batik dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu batik tulis adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik menggunakan tangan. Pembuatan batik jenis ini memakan waktu kurang lebih 2-3 bulan, dan batik cap adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik yang dibentuk dengan cap ( biasanya terbuat dari tembaga). Proses pembuatan batik jenis ini membutuhkan waktu kurang lebih 2-3 hari.

Motif batik juga beragam, mulai dari batik Yogyakarta, Surakarta, Pekalongan, Semarang, Lasem, Cirebon, Asmat. Yang masing-masing memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri. Boleh klik disini untuk tau info tentang batik Indonesia.

Sebenarnya tren batik ini ada bagusnya juga, karena bisa menumbuhkan kembali kecintaan kita (baca: generasi muda) terhadap warisan budaya Indonesia. Hmm… tau ga? Ternyata Malaysia telah berusaha untuk mematenkan motif batik lho (oh.. NO! Not again!).

Untuk melindungi aset bangsa, Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta kembali mematenkan 40 motif batik pada tahun ini. Rencananya, pematenan motif batik akan dilakukan setiap tahun mengingat masih banyaknya motif batik yang harus dipatenkan yakni sekitar 2.000 motif. Yup.. ini adalah usaha yang sangat sangat sangat bagus. Jangan sampai kita ‘kecolongan’ lagi dong :(

Beberapa desainer papan atas seperti Iwan Tirta dan Adjie Notonegoro pun turut bangga karena busana batik kembali digemari. Mereka berharap tren ini tidak hanya berlangsung satu atau dua tahun ini saja tapi selamanya, sepanjang masa. Jadi… ayo kita lestarikan batik…